Ber­nama leng­kap Dodi Iswandi Mau­lia­wan, mes­ki­pun sewaktu TK nama bela­kangnya men­jadi Mau­lid Budia­wan, sewaktu SD men­jadi Mau­li­dia­wan, dan terakhir, sewaktu SMA, nama depannya yang beru­bah men­jadi Dody Iswandi Mau­lia­wan. Namun tetap, nama leng­kapnya Dodi Iswandi Mau­lia­wan. Sekali lagi, Dodi Iswandi Mauliawan.

Ber­da­sar­kan akta lahir, dise­but­kan kelahi­rannya pada per­ten­gahan Sep­tem­ber 1992. Tam­bahan dari orang­tua, men­je­lang magrib katanya. Diwar­nai oleh gen Sunda – Bugis dari Bunda dan gen Sunda – Melayu dari Ayah, secara fisik malah ter­lihat seperti orang Belanda dan Jer­man keban­ya­kan, leng­kap den­gan hidung ban­gir, bibir mun­gil, mata safir, kulit seha­lus sutera, serta betis tanpa bulu. Okeh, stop muntahnya.

Saat ini ten­gah ber­siap mengha­dapi ujian nasio­nal 2010 men­da­tang, walau­pun dalam nurani yang sebe­narnya sedang memi­kir­kan cara lain untuk men­yia­sati petaka ini, ber­ko­la­bo­rasi den­gan Noor­din M. Top dan Dr. Azahari misalnya. 

Selain seba­gai pela­jar, ter­ka­dang juga gemar men­ga­ta­bo­lis ins­pi­rasi men­jadi sesuatu yang lebih dari seke­dar infor­masi, ber­puisi, memain­kan diksi, serta jong­kok manis di depan kosannya sem­bari menen­ga­dah­kan tan­gan demi sesuap nasi.

Kon­tak den­gannya dapat ter­ja­lin mela­lui Face­book, Twit­ter, Blog ini, atau­pun saat kelas reme­dial mate­ma­tika, fisika, mau­pun mata pela­ja­ran lainnya tanpa kecuali di seko­lahnya, SMAN 1 Tanjungpinang.