Aku ini laki — laki lemah
Yang ter­lalu takut diper­kosa buruknya mimpi
Sam­pai akhirnya malam men­ja­gaku sepan­jang gelap

Lan­git meleng­gang mele­ceh­kan harga diriku
Dan tak ada satu­pun belaan hen­tak seperti kela­kar yang terhunus

Tanpa seli­mut, diriku ber­ge­tar dige­ro­goti din­gin
Lepas helaian, diriku rapuh dicumbu angin
Sunyi tujuan, aku ber­ja­lan dibuai ingin

Aku ini peng­gong­gong badai
Men­ji­lat sunyi ter­ca­bik gerah
Mela­wan bunyi diran­tai nyali
Mem­bu­nuh diri

Aku ini pemi­lik mon­cong dan cacing di kaki
Ter­lalu wajar untuk dihu­jat dunia dan wanita
Ter­ge­rus maut hujam menghi­lang
Men­jelma dalam nafas dalam darah dalam baur dalam batu dalam dalam

Aku ini hati yang men­ge­mis
Muara dari segala lum­pur dan hutan
Ter­jun dari gerak­kan petir meng­ge­sit riuh
Samu­dera dari segala liur dan perih