Dodi Iswandi Mauliawan's
sort of a personal blog
sort of a personal blog
Sep 27th
Perkenalkan, namanya Afif. Lengkapnya Muhammad Afif. Anda dapat melengkapinya lagi sesuai selera. Muhammad Afif Sastro Wardoyo misalnya.
Ini fotonya:
Afif telah menyandang gelar sebagai teman saya selama kurang lebih 4 bulan. Berawal dari persiapan mengikuti sebuah acara pada awal Juni, sampailah layar laptop ini menampilkan wajahnya di salah satu situs jejaring sosial.
Bukan, dia bukanlah pacar saya atau penjalin hubungan khusus dengan saya, sampai akhirnya dapat hadir di blog ini. Tetapi Afif adalah seorang pejuang. Dia berjihad melalui banyak hal. Dan perjuangannya itulah yang benar — benar menginspirasi.
Masih jelas dalam benak saya, ketika pada pertengahan Agustus lalu, Afif memposting sebuah note berjudul mimpi. Bukan murni hasil karya dia memang, tapi tindakannya tersebut telah mematahkan pertahanan pertama rasa ketidak peduli-an saya.
Jika ingin membacanya langsung, silahkan langsung menuju link ini, dan untuk sekedar melengkapi, turut saya spoiler-kan isinya:
Tidak hanya itu, Afif juga terus menggempur rasa ketidak pedulian saya melalui status facebooknya, plurknya, note — note yang selalu hadir, sampai blog-nya yang sangat nyaman ditinggali mantra — mantra open source. Apa yang dilakukannya itu bukanlah ditujukan secara personal kepada saya memang, namun tetap saja rasa penasaran tersebut semakin menggelitik.
Jujur, sampai saat ini, saya tidak tahu apa itu open source ataupun mantra — mantra lain yang diucapkannya, seperti blankon, ubuntu, linux, pinux, kios, atau apalah itu. Namun dapat diperoleh gambaran samar — samar bahwa yang dijihadkan oleh Afif adalah semacam trik sulap, dimana para pengguna sistem operasi propietary (bener gak fif, tulisannya?) diajak untuk beralih ke sistem operasi bebas yang halal. Okeh ralat, yang dibuat bukan untuk komersilitas.
Jika apa yang saya tangkap tersebut memanglah benar, maka ijinkanlah saya untuk berbual — bual sedikit di blog ini. Mengutarakan pendapat, memadatkan kata, melepaskan makna.
Seandainya peraturan itu tercipta untuk ditaati, sudah seharusnya kita mengaplikasikannya secara sempurna dalam seni berkehidupan. Dengan begitu, maka apa yang diimpikan para perumus peraturan seperti bualan tentang kedamaian, ketentraman, keteraturan, atau apalah itu, pasti dapat terwujud sebagaimana mestinya.
Seandainya materi mengarahkan hampir segala sesuatunya, apa yang anda tahu tentang materi? Cara mendapatkannya, menyimpannya, atau menghabiskannya? Mungkin Bill Gates bukanlah nama asing bagi anda sekalian yang mencintai materi. Sosok fenomenal yang sanggup membeli samudera. Tahukah anda darimana dia mendapatkan kekuatannya?
Ya, dari anda
Namun itu juga bila memang anda menaati peraturan
Microsoft, ladang emas yang diciptakan oleh Bill Gates, belum memiliki sistem penjagaan ketat yang sanggup mencegah terjadinya penjarahan. Mengerikan bukan? Menjarah, jauh lebih hina daripada meniru. Lalu sadarkah anda siapa saja para penjarah tersebut?
Baiklah, cukup sampai disini dulu bualan kali ini.
Pasti akan saya update nanti, ketika saya sudah mengamalkan apa yang saya tuturkan, yakni menaati peraturan
Menyapa anda kembali dengan perantara yang halal
Tidak dengan laptop bersistem operasi bajakan seperti ini