Dodi Iswandi Mauliawan's
sort of a personal blog
Pagi ini aku terbangun dengan cara yang berbeda. Dering jam weker telah terganti dengan senandung seeorang diluar jendela sana. Lekas aku torehkan jejak menuju pintu depan. Ada apa sebenarnya dengan hari ini?
Baru sebentar mataku menatap dunia, hati ini tersentak, meletup — letup, berirama menciptakan tarian adrenalin. Semua pertanyaan itu terjawab sudah oleh sosok seseorang bertubuh tegap, memeluk sebuah flute sembari memainkannya. Di belakang, masih ada banyak pemuda serupa. Mungkin jutaan jumlahnya.
“..ayo Bang, ambil terompetmu! Lantunkan lagumu hari ini! Lupakah engkau bahwa inilah hari yang ditunggu semua orang?,” ucap sosok lainnya yang sangat aku kenal. Mungkin dialah yang telah membuka pagi-ku tadi.
Ah ya, inilah hari yang ditunggu — tunggu. Hari dimana semua kesenangan serta kegembiraan tumpah ruah di jalanan. Hari dimana senyum berbaur dengan kebanggaan, melontarkan aura bahagia disana — sini. Inilah hari berlangsungnya parade senyum.
Dirgahayu Indonesiaku.
30/10/2009 - 10:37
Posted in Bualan, Poems | 2 Comments
Ketika malam bersujud
Meminta matahari mati
Sejuta hati menunggu datangnya tapi
Bersama angin alif berdiri
Menggandeng murka dan wajah terzalimi
Merapal kutukan, mencoba berbagai bunyi
Bukannya tidak mampu
Kucing belum boleh mengaum
Hanya itu saja
18/10/2009 - 17:58
Posted in Poems | 8 Comments
Kawan, kenalkah engkau dengan darah?
Bukan, bukan darah jemari-mu yang menetesi pisau dengan manja
Namun darah kepala mereka yang terbelah kapak para laknat
Kawan, kenalkah engkau dengan jerit?
Bukan, bukan jeritan sumbangmu ketika ketakutan datang menghantu
Tapi jerit penggenggam arit ketika menerjang granat dan peluru
Kawan, kenalkah engkau dengan hati?
Bukan, bukan hati yang menikahi bahagia sekaligus haru
Tapi hati hancur para pemulung […]
17/10/2009 - 23:58
Posted in Bualan | 10 Comments
Dulu aku pernah berbual tentang sufi yang menjelma menjadi penggelandang. Tentang sang juara yang kemudian terbuang. Tentang elang yang rentangan sayapnya terperangkap petir. Tentang satu orang yang sama.
Bayangannya berjalan sebagai manusia malam yang terus berharap matahari tidak terbit subuh ini. Tidak ada bintang yang dapat dihitung dan bulan yang semerbak dalam angkasanya. Tidak dapat juga […]
15/10/2009 - 23:13
Posted in Bualan | 11 Comments
Aku rindu saat itu. Aku rindu saat kita satu namun bisu. Aku rindu saat aku dekat dan engkau pun begitu. Aku rindu saat aku rindu membayangkan wajahmu. Aku rindu saat jemariku bergetar menggenggammu. Aku rindu saat kata sayang tergigit lidahku. Aku rindu saat aku terpaku. Aku rindu satu, dua, tiga, berjuta senyum manismu. Aku rindu […]
11/10/2009 - 19:15
Posted in Bualan | 10 Comments
Tidak perlu banyak bual. Cukuplah lima titik dalam tulisan ini. Dan cukuplah satu arah untuk malam ini. Aku ingin tertawa. Mencumbu senang dan gembira.
lepas dari aturan emosi,
lepas dari estetika diksi,
lepas dari intelegensi
04/10/2009 - 15:02
Posted in Bualan | 6 Comments
Nun jauh di tengah samudera sana, ada legenda tentang satu buah badai yang tidak dapat ditentang oleh siapapun. Amukannya lebih dari sekedar wajah murka. Punah semuanya, hingga hanya tersisa buih yang berbisik. Namun jauh di bawah langit yang sama, ada banyak bahtera berisi para penantang. Mereka sadar, badai tidak dapat diterjang. Namun mati dikoyak badai […]
27/09/2009 - 00:23
Posted in Articles | 15 Comments
Perkenalkan, namanya Afif. Lengkapnya Muhammad Afif. Anda dapat melengkapinya lagi sesuai selera. Muhammad Afif Sastro Wardoyo misalnya.
Ini fotonya:
Show »
Seandainya foto diatas bukanlah manusia, tolong refresh kembali
Jika memang masih sama, silahkan coba foto berikutnya
Show »
Bagi yang berminat, percayalah pada kekuatan cinta :mimpibasah:
Afif telah menyandang gelar sebagai teman saya selama kurang lebih 4 bulan. Berawal dari […]
Lihatlah„
Seorang Fujiko Fujio, mangaka paling tersohor dari Jepang yang telah melahirkan Doraemon itu tidak menciptakan mahakaryanya begitu saja. Selalu ada proses penciptaan di belakangnya. Silahkan bandingkan first appearance dari Doraemon pada gambar disamping, dengan kekuatan grafis manga Doraemon hasil karyanya yang terakhir (pada button di bawah). Bandingkan juga kedahsyatan kreativitas dalam cerita Doraemon dengn cerita […]
21/09/2009 - 10:45
Posted in Articles | 7 Comments
Pagi ini aku terbangun dengan cara berbeda
Gelombang bunyi yang begitu menggelora, bercinta satu sama lain, mengumbarkan sebuah nyanyian
Allah maha besar
Allah maha besar
Allah maha besar
Tidak ada Tuhan selain Allah
Allah maha besar
Allah maha besar
Segala puji hanya untuk Allah
Apa gerangan yang terjadi di luar sana?
Tidak biasanya langit menghujankan cahaya selembut ini
Tidak biasanya juga aku melihat kemenangan di wajah setiap […]
16/09/2009 - 23:58
Posted in Bualan | No Comments
yesterday, I made dreams
today, I realized that dreams can’t be turned into reality. It’s kinds of imagined only things
tomorrow, my dreams escaped to reality
happy bhirtday to me
it’s not 17th already
but can’t wait to taste the adventure I always dreams for
yeah, it’s just a few seconds more
20/08/2009 - 13:13
kalau saya tetep aja butuh judul…
20/08/2009 - 13:15
@katim, thaankss geng
@bromuji: itulah sebab mengapa kita berbeda. dan perbedaan itu indah men #indonesiaunite
20/08/2009 - 17:55
thank’s ya link ku udah terpasang… ku link balik ya
20/08/2009 - 23:51
gw kok gak yakin ya ini orang yg bikin posting absurd di rb??
geng nipu lo ye?? nyuruh org nulisin artikel ya? hahahaha
21/08/2009 - 05:27
@yang nyamar jadi pacar gue: iyo samo samo
@geng: ini gue bikin pas lagi tidur geng. hhehe
21/08/2009 - 09:44
Kunjungan di pagi hari yang cerah dan salam kenal sebelumnya dari sesama peserta Pesta Blogger 2009
23/08/2009 - 08:23
Thanks Dwi Wahyudi,
wah
salam kenal ya bro
tapi saya blom resmi jadi peserta nih
baru niat doang
tapi yang penting kan pestanya
caiyoo broo
21/08/2009 - 23:31
gayaaaa pas lagi tidur !!!!
geng.… geng
mending lo tidur mulu dah, biar posting lo bagus2 semua hahahaha
peace brur!!
23/08/2009 - 08:21
Thanks Chakra,
gyahahaa
eh geng, gmana project” karya tulis lo men?
share di blog lo dong